Jumat, 01 Maret 2013

Makanan yang bagus untuk dikonsumsi oleh burung merpati

Makanan yang bagus untuk dikonsumsi oleh burung merpati
Setiap jenis makanan merpati, baik yang sengaja kita berikan kepada merpati maupun yang diperolehnya sendiri, mengandung unsur-unsur nutrisi (zat gizi) yang konsentrasinya sangat bervariasi, tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan makanan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur nutrisi ( zat gizi) yang terkandung di dalam bahan makanan secara umum terdiri atas air, protein, lemak, karbohidrat , mineral dan vitamin.

Setelah dikonsumsi oleh merpati, setiap unsur nutrisi (zat gizi) berperan sesuai dengan fungsinya terhadap tubuh merpati untuk mempertahankan hidup dan berproduksi secara normal. Tinggi rendah konsumsi pakan pada merpati sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal (lingkungan) dan faktor internal (kondisi merpati itu sendiri).

a) Temperatur Lingkungan
Merpati dalam kehidupannya menghendaki temperatur lingkungan yang sesuai dengan kehidupannya, baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak. Kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi merpati yang bersangkutan yang meliputi jenis merpati, umur, tingkat kegemukan, bobot badan, keadaan penutup tubuh (kulit, bulu), tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan.

Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya, maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya. Konsumsi pakan merpati biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya, maka tubuh merpati akan terjadi kelebihan panas, sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Sebaliknya, pada temperatur lingkungan yang lebih rendah, merpati akan membutuhkan pakan karena merpati membutuhkan tambahan panas. Pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan merpati dengan cara radiasi, konduksi, konveksi dan evaporasi.

b) Palatabilitas
Palatabilitas merupakan sifat performansi bahan-bahan pakan sebagai akibat dari keadaan fisik dan kimiawi yang dimiliki oleh bahan-bahan pakan yang dicerminkan oleh organoleptiknya seperti kenampakan, bau, rasa (hambar, asin, manis, pahit), tekstur dan temperaturnya. Hal inilah yang menumbuhkan daya tarik dan merangsang merpati untuk mengkonsumsinya.

c) Selera
Selera sangat bersifat internal, tetapi erat kaitannya dengan keadaan “lapar”. Pada merpati , selera merangsang pusat saraf (hyphotalamus) yang menstimulasi keadaan lapar. Merpati akan berusaha mengatasi kondisi ini dengan cara mengkonsumsi pakan. Dalam hal ini, kadang-kadang terjadi kelebihan konsumsi (overat) yang membahayakan merpati itu sendiri.

d) Status fisiologi
Status fisiologi merpati seperti umur, jenis kelamin, kondisi tubuh (misalnya bunting atau dalam keadaan sakit) sangat mempengaruhi konsumsi pakannya.

e) Konsentrasi Nutrisi
Konsentrasi nutrisi yang sangat berpengaruh terhadap konsumsi pakan adalah konsentrasi energi yang terkandung di dalam pakan. Konsentrasi energi pakan ini berbanding terbalik dengan tingkat konsumsinya. Makin tinggi konsentrasi energi di dalam pakan, maka jumlah konsumsinya akan menurun. Sebaliknya, konsumsi pakan akan meningkat jika konsentrasi energi yang dikandung pakan rendah.

f) Bentuk Pakan
Merpati lebih menyukai pakan bentuk butiran (pakan yang dibuat pellet atau dipotong) dengan ukuran partikel yang lebih mudah dikonsumsi dan dicerna.

g) Bobot Tubuh
Bobot tubuh merpati berbanding lurus dengan tingkat konsumsi pakannya. Makin tinggi bobot tubuh, makin tinggi pula tingkat konsumsi terhadap pakan. Meskipun demikian, kita perlu mengetahui satuan keseragaman berat badan merpati yang sangat bervariasi. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengestimasi berat badannya, kemudian dikonversikan menjadi “berat badan metabolis” yang merupakan bobot tubuh merpati tersebut.

Berat badan merpati dapat diketahui dengan alat timbang. Dalam praktek di lapangan, berat badan merpati dapat diukur dengan cara mengukur panjang badan dan lingkar dadanya. Kemudian berat badan diukur dengan menggunakan formula:

Berat badan = Panjang badan (inci) x Lingkar Dada2 (inci) / 661

Berat badan metabolis (bobot tubuh) dapat dihitung dengan cara meningkatkan berat badan dengan nilai 0,75.

Berat Badan Metabolis = (Berat Badan)0,75

Kebutuhan pakan yang bergizi banding bobot tubuh merpati kurang lebih sekitar 25 g/kg.

Dasar persyaratan gizi merpati adalah protein, energi (yang terbaik adalah sumber karbohidrat dan lemak) mineral dan vitamin. Semua gizi ini ditemukan di seluruh biji-bijian yang digunakan untuk pakan merpati tetapi perbedaannya adalah dalam jumlah nutrisi yang diperlukan oleh merpati untuk setiap kondisi/keadaan.

Saat pembiakan atau kondisi ternak/pembiakan dibutuhkan protein yang lebih tinggi dibanding kebutuhan karbohidrat.

Saat pelatihan atau balap dibutuhkan energy/karbohidrat yang lebih tinggi, daftar persentase mineral/grit ,vitamin dan serat dalam pakan juga harus didaftar dalam urutan peringkat utama dari bahan campuran pakan merpati.

Beberapa sumber karbohidrat dan lemak yang terbaik dapat diperoleh dari jagung, ketan hitam, beras merah,beras putih,kenari seed,millet,dll. Beberapa sumber protein terbaik dapat diperoleh dari kacang-kacangan seperti kedelai,kacang hijau,kacang merah,dll. Mineral/grit,vitamin dan serat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dari merpati.

(Sumber: tritunggalpigeonfarm.blogspot.com)

Tips cara memaster burung kacer dengan sura-suara burung masteran

Tips cara memaster burung kacer dengan sura-suara burung masteran
Memaster burung kacer dengan suara-suara burung masteran memang gampang-gampang susah, disini sobat KC dituntut harus selalu konsisten dalam penerapan proses pemasteran.

Penentuan suara masteran pun merupakan kunci sukses dalam memaster burung kacer kesayangan kita, selain dari pada itu juga waktu faktor kesehatan burung dan lingkungan tempat tinggal burung merupakan hal terpenting dalam proses pemasteran ini
  • Tentukan jenis suara burung masteran yang akan sobat kicau gunakan dalam proses pemasteran.
-Rekomendasi suara : Lovebird, Kapas tembak, Celilin, Belalang, Jangkrik dan Cucak ijo.
untuk suara diluar yang direkomendasikan juga boleh, tapi mengingat jenis suara diatas merupakan jenis suara yang cocok dengan karakter suara burung kacer.
  • Proses pemasteran lebih optimal pada saat mabung, dalam hal ini burung kacer lebih tenang dalam mendengarkan suara masteran, proses pemasteran bisa juga dilakukan pada saat top performance tetapi ada beberapa sebagian burung kacer yang tidak terlalu senang dimaster pada kondisi seperti tersebut, dan yang ada malah memancing burung kacer mengeluarkan sifat figternya, maka disini saya rekomendasikan memaster burung kacer pada saat mabung adalah hal yang lebih baik.
  • Sediakan ruangan khusus untuk pemasteran, upayakan dan pastikan tidak ada binatang pengganggu yang dapat menghambat proses pemasteran nantinya.
  • Untuk proses master ada 2 media yaitu menggunakan burung master dan perangkat elektronik sebagai media master, untuk rekomendasi ada baiknya menggunakan burung masteran yang lebih terasa alami.
Ok!, jika point diatas sudah sobat kicau mengerti, sekarang tinggal sobat KC terapkan langkah tahapannya dibawah ini.
  • Proses pemasteran sesi I : bisa dilakukan pada jam 10.00 hingga jam 12.00
  • Proses pemasteran Sesi II : bisa dilakukan pada jam 15.00 hingga jam 17.00
Pada malam hari proses pemasteran ditiadakan untuk memberikan waktu jeda guna dipergunakan burung kacer untuk beristirahat. Untuk materi suara masteran diperdengarkan kurun waktu minimal 2 minggu, jadi sebagai contoh jika sobat kicau memilih suara burung kapas tembak sebagai masteran, maka perdengarkanlah suara burung kapas tembak tersebut minimal 2 minggu. Untuk volume suara masteran bisa dengan ukuran suara sedang saja.

Ok!, dibutuhkan kesabaran dalam memaster burung kacer, jika sobat KC sudah menerapakan hal-hal diatas maka besar harapan suara burung masteran tersebut akan ditirukan oleh burung kacer sobat.

selamat mencoba…

(sumber: burung-kacer.com)

Mengenalkan mandi pasir pada burung kacer

Mengenalkan mandi pasir pada burung kacer
Mengenalkan mandi pasir pada burung kacer - Mandi pasir untuk burung merupakan treatment yang sering dilakukan para penghoby burung kacer, banyak dari para penghoby membenarkan bahwa kacer yang ditreatment dengan menggunakan pasir sebagai media mandi bisa mengantisipasi sifat mbangong dari burung kacer.

Nah pada postingan kali ini saya akan membagikan tips cara untuk memandikan burung kacer dengan media pasir atau sering disebut dengan kipu, hehehe… kalo nggak salah sebut!.
  1. Sediakan media, disini dipergunakan merupakan pasir putih yang sudah diayak dengan saringan terlebih dahulu untuk dapat memisahkan pasir yang kasar dengan yang halus. Kumpulkan pasir halus yang sudah diayak tadi pada suatu nampan (tempat), nggak perlu banyak-banyak pasirnya secukupnya aja!, kalo kebanyakan bisa buat bangun rumah tuh pasirnya!, hehehehe…
  2. Sediakan keramba, nah disini untuk tempat mandi saya pergunakan keramba mandi burung kacer yang biasanya diisi dengan air, kali ini akan digantikan dengan pasir.
  3. Semprot media pasir dengan air, jika ada semprot dengan air yang mengandung mineral ya!, karena pada dasarnya burung kacer melakukan proses mandi pasir adalah untuk menyerap mineral yang terkandung didalam pasir ataupun tanah!.
  4. Sekarang masukkan beberapa pakan alami seperti jangkrik dan ulat hongkong, pakan ini akan dipergunakan untuk merangsang burung kacer agar mau berpindah lokasi dari kandang harian ke keramba yang berisi pasir.
  5. Penentuan waktu, berdasarkan pengamatan saya jam 3 s/d 4 sore adalah waktu yang tepat untuk burung kacer mandi pasir, pada jam tersebut burung kacer kemungkinan besar akan langsung mau mandi, saya juga terinspirasi sama unggas tetangga sebelah yang mandi pasir tiap jam-jam tersebut.
Penting untuk dimengerti untuk mengenalkan mandi pasir kepada burung kacer memang butuh kesabaran!, jadi ya santai saja jika burung tersebut masih malu-malu ya lama kelamaan juga burung jadi terbiasa!.

Dan yang paling penting apabila burung kacer mengalami kekurangan mineral maka secara naluri burung tersebut akan langsung mandi
(sumber: burung-kacer.com)

Kamis, 21 Februari 2013

Langkah-langkah usaha penangkaran burung kenari

Langkah-langkah usaha penangkaran burung kenari
Burung imut bersuara merdu ini memiliki banyak penggemar di seluruh Indonesia. Selain itu warna burung kenari juga menjadi daya tarik tersendiri.Pada beberapa masa yang lalu usaha penangkaran kenari memang pernah booming namun setelah isu flu burung menjadi redup. Namun ternyata popularitas burung kicau yang satu ini kembali naik di kancah penghobi burung kicau. Usaha Penangkaran kenari memang menjadi bisnis yang cukup prospek untuk ditekuni. Salah satu yang mendukung usaha penangkaran kenari adalah cara ternak kenari yang cukup mudah.

Bagi pecinta burung , burung kenari memiliki karakter yang mudah untuk ditangkarkan termasuk bagi para penangkar kenari pemula. Konon asal muasal penangkaran kenari ini berasal dari daratan Eropa yang kemudian sampai ke Indonesia. Bahkan di Malang Jawa Timur telah menghasilkan trah kenari tersendiri.

Jika anda tertarik dengan usaha penangkaran kenari, hal pertama yang penting adalah suka terlebih dulu dengan burung yang satu ini. Selanjutnya anda bisa memulai dengan membeli pasangan indukan kenari. Ada berbagai macam jenis kenari, yang lokal dam import. Untuk kenari import harganya bisa jutaan rupiah, sedangkan kenari lokal bisa didapatkan dengan harga 400-600 ribu per pasang. Untuk Kenari bakalan harganya bisa lebih murah lagi dari nominal tersebut. Anakan kenari umur satu bulan bisa dijual dengan harga 80-100 ribu per ekornya. Akan lebih mahal lagi jika anda telaten merawat dan melatihnya hingga bagus kicauannya.

Yang Dipersiapkan Dalam Usaha Penangkaran KenariAda beberapa hal penting yang perlu dilakukan di dalam menjalankan usaha penangkaran kenari. Meski terbilang cukup mudah, namun semuanya perlu dipersiapkan matang-matang. Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam usaha penangkaran Kenari adalah sebagai berikut:

1. Usia Induk Burung Kenari
Dalam usaha penangkaran kenari , pilihlah indukan yang masih berada dalam masa produktif. Jangan terlalu tua dan jangan terlalu muda. Biasanya burung kenari siap ternak berusia 6 bulan untuk betina dan 8 bulan untuk kenari Jantan.

2. Sistem Perkandangan Usaha Penangkaran Kenari
Posisi kandang sangat mempengaruhi keberhasilan usaha penangkaran kenari. Penempatan yang terbaik adalah sangkar atau kandang ternak menempel ke dinding disamping kiri dan kanan sangkar ditutup. Sangkar ternak di tempatkan di daerah yang bebas dari gangguan serangga , tikus, cicak dan lainnya.

Selain itu kaki-kaki kandang hendaknya diberi pelumas atau hal lain yang bisa menghindari semut masuk ke dalam kandang. Anakan burung kenari kadang-kadang dimangsa oleh semut-semut nakal. Meski sebenarnya mereka hanya memakan makanan burung kenari, kadang anakan kenari tidak luput dari serangan semut.

3. Menjodohkan Burung Kenari

Sebelum melaksanakan penjodohan burung kenari, tentunya anda harus paham terlebih dulu dengan jenis kelamin burung kenari. Bagi pemula memang akan sedikit sulit, namun jika sudah terbiasa akan lebih mudah. Karena itu jika akan menjalankan usaha penangkaran burung kenari ini, memahami perbedaan antara kenari jantan dan betina perlu dipelajari terlebih dahulu. Amati baik-baik perbedaannya dan jangan segan untuk bertanya pada yang sudah ahli.

Kenari Jantan biasanya berwarna lebih terang jika dibandingkan dengan betina dan kenari jantan memiliki warna-warna yang lebih tajam pada beberapa bagian tubuh khususnya di dekat kepala. Misalnya pada kenari warna kuning, pada pusat kepala akan tampak sangat terang.
Burung Kenari Jantan dan Betina

Cara lain untuk membedakan kenari jantan dan betina adalah dari struktur tubuhnya, kenari betina nampak lebih rendah dibandingkan kenari jantan saat mereka duduk berdampingan. Membedakan kenari jantan dan betina bisa juga dilihat pada bagian duburnya, setiap burung kenari memiliki lubang dubur atau vent. Pada kenari jantan vent ini akan begitu nampak menonjol pada kenari jantan, sedangkan pada kenari betina tidak begitu nampak. Akan lebih mudah diamati saat burung kenari belum tumbuh bulu.

Pada  usaha penangkaran burung kenari agar burung kenari jantan dan betina bisa berjodoh, awalnya masing-masing ditempatkan pada sangkar yang berbeda, dan kedua sangkar tersebut ditempatkan saling berdekatan. Jangan langsung memasukkan kenari jantan dan betina dalam satu kandang sekaligus sebelum mereka siap berjodoh. Bisa jadi mereka akan berkelahi sehingga burung kenari bisa rusak. Jika burung kenari jantan yang kalah, maka butuh waktu lebih lama lagi untuk mereka bisa berjodoh. Hal ini sering dilakukan pelaku usaha penangkaran kenari pemula yang belum begitu faham karakter burung kenari.

Jika pasangan induk burung kenari sudah siap berjodoh akan bisa dikenali dari tingkah lakunya. Tanda-tanda kenari siap berjodoh, pada saat kenari jantan didekatkan dengan betina ,si jantan akan mengejar/menabrak sangkar dengan bunyi yang kencang dan kenari betina menggelepar-geleparkan sayapnya tanda minta kawin.

Selain itu pada malam hari menjelang tidur kenari yang siap berjodoh selalu berusaha untuk tidur secara berdekatan. Tanda lain burung kenari siap berjodoh adalah antara burung kenari betina dan jantan saling meloloh makanan. Burung lenari siap berjodoh biasanga akan berperilaku jika dalam sangkar betina diberikan sarang atau bahan membuat sarang, ia akan segera menyusun dan merapihkan isi sarang.

Jika tanda-tanda kenari siap berjodoh anda temukan pada pasangan burung kenari maka segera satukan antara jantan dan betina. Meski tidak ada aturan yang baku namun menyatukan pada sore hari akan lebih baik, karena malam hari untuk beradaptasi dan diharapkan pagi harinya mereka sudah berjodoh.

Setalah burung kenari jantan dan betina sukses berjodoh, tinggal menunggu waktu untuk bertelur , mengeram dan anakan kenari menetas. Kenari biasanya bertelur 2 hinga 6 butir dalam satu periode. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan kebersihan kandang dan makanan yang terjamin agar sukses dalam usaha penangkaran burung kenari.

Optimalisasi Produksi Usaha Penangkaran Kenari
Salah satu hal yang cukup penting dalam menjalankan usaha penangkaran kenari adalah bagaimana mengelola masa produksi indukan kenari. Burung kenari akan mengeluarkan telur 3 sampai 4 butir dalam satu masa. Namun ada kalanya hanya keluar satu telur saja. Telur burung kenari akan menetas setelah dierami oleh induknya selama 14 hari.

Setelah telur kenari menetas maka indukan akan menyuapi anaknya hingga mereka bisa makan sendiri. Untuk mempercepat burung kenari kembali bertelur, setelah dua hari anakan kenari diambil dan disuapi manual oleh penangkar kenari, sehingga 5 sampai 7 hari setelah mengeram kenari akan bertelur lagi, kemudian mengeram dan seterusnya demikian. Pemberian makanan yang baik dan mencukupi kebutuhan gizi kenari akan membantu mempercepat proses produksi ini.
Cara ini biasa dilakukan oleh pelaku usaha penangkaran kenari untuk mempercepat proses produksi anakan kenari. Dalam jangka 2 bulan akan dihasilkan 3 kali masa menetas anakan kenari.

(Sumber: usahaternak.com, omkicau.com)

Mengenal burung kenari

Mengenal burung kenari
Merupakan jenis burung yang banyak diminati. Selain suaranya yang terbilang merdu, burung kenari juga menghadirkan corak warna dan postur yang beraneka ragam. Hingga saat ini pun jenis-jenis kenari di seluruh dunia masih belum terkuak ke permukaan seluruhnya. Sejarah mencatat bahwa burung kenari berasal dari Kepulauan Canary, Madaire dan Azores. Satu sumber mengatakan bahwa burung kenari pertama ditemukan Oleh Pelaut Prancis Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad XV. Namun sumber lain mencatat bahwa burung kenari ditemukan pertama oleh bangsa Spanyol.

Serinus Canarius (burung kenari) pada awalnya dikembangkan oleh negara-negara di Eropa seperti Spanyol dan kemudian berkembang di Belanda, Inggris, Jerman, Belgia, Norwegia dan Italia. Karena sangat populernya, burung kenari kemudian merambah ke wilayah Asia seperti Cina, Taiwan, Indonesia hingga ke sebagian wilayah Amerika. Dengan perkembangan yang sangat pesat ini kemudian orang mulai mengenal jenis-jenis kenari baru seperti border, gloster, yorkshire, lanchasire, fancy, norwich dan masih banyak yang lainnya. Bahkan Belanda yang tadinya mengimport kenari dari negara lain saat ini sudah bisa mengekspor, bahkan disinyalir beberpa dari jenis yang telah disebutkan tadi hidup di alam bebas (liar). Penggemar burung kenari sendiri setidaknya membedakan burung kenari berdasarkan 3 kriteria dasar, yaitu:
  • Kenari warna. Merupakan jenis kenari yang dikembangbiakkan dengan menekankan aspek warna. Kenari warna ini bahkan sengaja dikembangkan dengan tidak terlalu mempedulikan aspek suara dan postur. Jenis kenari warna (color bred). Warna yang banyak diminati seperti: kuning, red intensive, red frost, red mosaic, agate, orange, putih, abu-abu dan masih banyak yang lain.
  • Kenari postur/type. Terdiri dari jenis kenari yang lebih menonjolkan sisi postur seperti: Border, Yorkshire, Lanchasire (berjambul dan tidak berjambul), Norwich, Scotch Fancy, Belgi Bossu, Crested, Frill (Parisian Frill, Paduan Crested Frill, Fiorino, North/South Dutch Frill), Gloster (gloster tak berjambul dan gloster corona), Cinnamon, Lizard dan lain-lain. Kenari postur sangat diminati karena posturnya yang unik dan menarik, selain itu dapat dijadikan sebagai indukan untuk menyilangkan dengan kenari jenis lainnya
  • Kenari song. Terdiri dari beberapa jenis kenari yang dikembangkan di wilayah Eropa dan Amerika seperti: Waterslager, Spanish Timbrado, Roller, American Singer dan lain-lain Disebut kenari kicau karena memiliki suara dan volume yang terbilang unik daripada jenis kenari lainnya. 
(sumber: omkicau.com)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...