Rabu, 10 Juli 2013

Mengenal penyakit yang sering menyerang burung kenari

Mengenal penyakit yang sering menyerang burung kenari
Tiap-tiap makhluk hidup tidak luput dari satu penyakit, begitupun dengan burung kenari. sebagian rekan sering bertanya pada saya bagaimana langkah menangani kenari yang sakit sekalian langkah mengobati kenari yang tengah sakit. untuk menjawab pertanyaan tersebut memanglah tidaklah mudah.

Pada artikel ini saya pingin terlebih dulu mengenalkan perihal penyebab penyakit pada burung kenari. nyatanya penyakit yang menjangkit kenari bisa dikarenakan oleh banyak factor yang dengan spesial meliputi :
  • Virus. penyakit pada kenari yang dikarenakan oleh satu virus memiliki dampak yang amat penting di mana cepat menyebar serta bisa menjangkit burung atau makhluk hidup yang lain. penyakit kenari yang dikarenakan oleh virus diantaranya influenza, orithosis serta new castle.
  • Bakteri. burung kenari lalu dapat dihinggapi oleh bakteri-bakteri jahat. penyakit yang kerapkali mengidap kenari yang dikarenakan oleh bakteri contohnya saja diare serta tbc.
  • Jamur. parasit ini umumnya menyerang saluran pernapasan serta apalagi saluran pencernaan. jamur kerapkali mengakibatkan pembengkakan pada saluran pernapasan kenari. jamur pun dapat menyerang sisi luar layaknya kaki serta sisi kelopak mata.
  • Amoeba serta protozoa. umumnya berupa kista serta menyerang kenari waktu tetap didalam telur. dampak yang diakibatkan lalu terbilang akut di mana kenari dapat alami pendarahan didalam tubuh.
  • Tungau. terhitung dari spesies serangga serta tidak tahan panas. sebagian type tungau yang menyerang kenari yaitu tungau merah, tungau bulu serta tungau guil. tungau ini mudah didapati bila situasi kandang/sangkar tidak bersih.
  • Cacing. kerap juga dikatakan sebagai penyakit cacingan. beberapa jenis cacing yang dapat menyerang kenari yaitu : cacing pita, cacing gelang serta cacing rambut.
  • Kutu. makhluk kecil ini bisa bikin bulu kenari jadi rontok serta kenari jadi gatal. pada prinsipnya kutu dapat menghisap darah kenari hingga tergolong organisme parasit.
Untuk menangani sebagian penyakit diatas maka dibutuhkan perhatian serta perawatan yang baik. perhatian dapat meliputi ketelitian serta intensitas pada situasi burung supaya senantiasa sehat. perawatan yang baik bisa meliputi kebersihan kandang, pakan yang baik, vit. serta gizi yang cukup dan penjemuran yang cukup.

sumber: ocehankenari.blogspot.com

Selasa, 09 Juli 2013

Alasan kenapa burung kenari sulit untuk dijodohkan

Alasan kenapa burung kenari sulit untuk dijodohkan - Senang rasanya jika melihat mudahnya menjodohkan burung kenari di penangkaran milik tetangga. Menjodohkan kenari akan terasa mudah jika mengetahui caranya dan terasa sulit dan membosankan bila tidak mengetahui rahasianya. Memastikan pejantan dan betina, tentunya hal yang sangat mudah dilakukan. Namuntidak hanya sebatas itu yang harus diketahui, karena masih banyak rahasia lain yang harus diketahui untuk sukses dalam menjodohkan burung kenari.

Setelah mencoba menjodohkan burung kenari sendiri, ternyata tidak bisa berjodoh. Mengapa kenari sulit dijodohkan?. Ada beberapa keadaan dimana burung kenari tidak mau atau sulit sekali dijodohkan. Jika diamati secara teliti, setiap individu burung memiliki kebiasaan, kesukaan dan karakter masing- masing yang berbeda. Sesuatu yang membedakan inilah yang harus dicermati dalam menghadapi kendala pada saat menjodohkan kenari.

Beberapa penyebab mengapa kenari sulit dijodohkan; yang antara lain:
  1. Perbedaan usia dan kematangan hormonal, idealnya pebedaan usia hanya terpaut maksimal 5 bulan. Jika jantan berusia 1,5 tahun maka untuk betina berumur 1 tahun.
  2. Kondisi lingkungan sekitar kandang yang tidak nyaman, burung kenari membutuhkan tempat yang tenang untuk berkembangbiak, jauh dari kegaduhan.
  3. Dalam keadaan masa penyembuhan setelah sakit, burung kenari akan lebih banyak melakukan aktifitas makan untuk memulihkan kondisi kesehatan, tanpa peduli dengan calon pasangannya.
  4. Masa ganti bulu/ moulting; seperti pada poin 3, burung kenari yang sedang ganti bulu akan lebih mementingkan kondisinya sendiri.
  5. Burung terlalu muda atau bahkan terlalu tua usianya untuk dijodohkan.
  6. Terlalu sering berganti pasangan, meskipun kenari dapat dijodohkan dengan berganti- ganti pasangan; namun sebaiknya hal ini jangan dilakukan.
Dengan memahami situasi dan kondisi yang ada maka diharapkan dapat mengantisipasi penyebabnya. Terakhir, jangan tergesa- gesa menjodohkan kenari; pahami terlebih dahulu yang terjadi. Mengapa kenari sulit dijodohkan.

sumber: fansburung.blogspot.com

Cara penangkaran ternak burung beo

Cara penangkaran ternak burung beo
Cara penangkaran ternak burung beo - Memelihara burung sebagai hewan peliharaan memang sangat menyenangkan yaitu sebagai penyalur hobi. Ternyata tidak hanya itu saja ternak burung juga dapat dijadikan hobi selain itu dapat mendatangkan keuntungan sebagai penghasilan. Untuk ternak burung beo memang susah-susah gampang, artinya dengan sedikit kesabaran, ketelatenan dan kemauannya setiap orang pasti dapat melakukannya. Dan selain itu untuk pemberian pakannya tidak terlalu merepotkan karena hanya dua kali sehari.  Tak heran bila banyak peternak yang sukses menternakkan burung beo di rumahnya. Sebut saja Solo, Klaten, dan Yogyakarta menjadisentra para peternak burung beo.

Cara Menjodohkan
Sebelum di masukkan ke kandang penangkaran perlu diadakan proses penjodohan dulu agar tidak terjadi perkelahian yang dapat berakibat fatal yaitu burung yang kalah akan mati. Dalam proses ini burung jantan dan betina kita dekatkan selama kurang lebih 1 minggu. Hal ini dimaksudkan agar burung tersebut bisa saling mengenal. Tanda-tanda untuk burung yang sudah jodoh dapat dilihat pada saat burung tersebut tidur, yaitu berdampingan pada saat tidur. Jika sudah terlihat jodoh yaitu tidur berdampingan kedua burung tersebut siap untuk dimasukkan ke dalam kandang penangkaran sebaiknya pada sore hari. Setelah dimasukkan di kandang penangkaran jangan langsung ditinggal, ditunggu dulu kurang lebih selama satu jam untuk memastikan apakah burung tersebut benar- benar jodoh.

Kandang Penangkaran
Kandang untuk ternak beo yang ideal adalah 1m x 2m tinggi 2m. Di dalam kandang di beri tanaman agar kelihatan alami sehingga burung akan merasa nyaman berada di kandang. Tempat mandi juga harus disediakan karena burung beo termasuk burung yang suka mandi. Untuk tempat sarang juga harus disediakan kotak terbuat dari kayu dengan ukuran 40cm x 30cm tinggi 30cm dan diberi lubang untuk keluar masuk burung. Di dasar kandang perlu disediakan bahan untuk sarang biasanya yang sering digunakan adalah daun pinus kering.

Burung beo siap dikawinkan pada umur 10-12 bulan. Idealnya untuk betina yang baik disyaratkan berumur setahun sedangkan untuk jantan 1,5-2 tahun. Umumnya untuk betina lebih cepat dewasa dibandingkan jenis janta. Setiap Perkawinan, sepasang beo bertelur sebanyak 3-4 butir. Telur menetas selama 14 hari setelah dierami induknya.

sumber: fansburung.blogspot.com

Gejala kejang yang menyerang burung kakatua

Gejala kejang yang menyerang burung kakatua
Gejala kejang yang menyerang burung kakatua - Kejang pada burung dapat sebagai ringan sebagai tremor atau separah seperti kejang-kejang tidak sadar. Ketika di tengah kejang, kakatua Anda mungkin hanya bergidik seakan terjebak dalam rancangan, atau flap sekitar tak terkendali dan jatuh ke dasar sangkar, atau ke lantai. Kakatua, seperti semua burung lainnya, rentan terhadap serangan yang dapat disebabkan oleh beberapa hal.
  • Nutrisi dan Sunlight
Dehidrasi karena kekurangan air yang memadai merupakan penyebab utama kejang pada kakaktua. Kekurangan makanan lainnya termasuk kalsium dan vitamin D. cukup kakatua, seperti semua burung beo, membutuhkan lebih dari sekedar benih untuk diet baik-bulat. Mereka harus diberi makan berbagai buah-buahan dan sayuran bersama dengan sumber pelet yang baik untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi yang mereka butuhkan.

Sinar matahari juga merupakan kebutuhan vital untuk kesehatan burung disimpan di dalam ruangan. Kakatua yang dipelihara sebagai hewan peliharaan harus diberikan eksposur luar ruangan (di lingkungan yang aman) sinar matahari selama beberapa jam sehari. Sinar matahari jendela cukup karena kaca menyerap sinar UVB yang dibutuhkan untuk membuat vitamin D. Jika eksposur luar ruangan tidak memungkinkan, lampu UVB harus tersedia beberapa jam sehari di atas kandang mereka.
  • Infeksi
Sebuah tanda-tanda kakatua menunjukkan kejang harus diuji untuk penyakit menular seperti PDD (macaw buang penyakit), virus West Nile, dan aspergilosis (biasanya disertai dengan keluarnya cairan dari hidung). Dalam kebanyakan kasus, kakatua yang dipengaruhi oleh penyakit baik mati atau sembuh tanpa perawatan hewan, tetapi penting untuk mengetahui penyebab penyakit dan mengisolasi mereka dari burung lain untuk mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain.
  • Penyakit
Kejang yang paling sering dibawa oleh penyakit yang mempengaruhi otak. Tumor, infeksi dan penyakit yang menyebabkan hilangnya fungsi otak adalah penyebab medis terkait kemungkinan besar kejang pada kakaktua. Ada penyebab penyakit lain terkait kejang yang lebih lingkungan, seperti keracunan dari logam beracun yang digunakan dalam kandang yang tidak pantas, atau paparan mainan logam atau peralatan. Tanaman beracun dan bahan kimia lainnya juga dapat menyebabkan kejang pada kakaktua dan semua burung peliharaan.
  • Pengobatan
Pengobatan akan sangat tergantung pada penyebab kejang. Dalam semua kasus, kakatua perlu tetap hangat, kering dan pada area terbatas sehingga tidak dapat menyakiti dirinya sendiri ketika menjerit selama kejang.
  • Peringatan
Penting untuk dicatat bahwa burung, sedang berburu binatang, menyembunyikan penyakit yang sangat baik. Pada saat gejala-gejala fisik yang terlihat dalam cara yang ekstrim dan mudah didefinisikan, burung mungkin dekat dengan kematian. Pemilik harus waspada dalam mengamati burung mereka untuk tanda-tanda perubahan dalam nafsu makan, sikap sikap, atau sikap. Perubahan di daerah manapun harus menghasilkan kunjungan ke dokter hewan unggas.

Ketika pulih dari kejang, pastikan untuk menjaga tenang kakatua dan memberi mereka waktu untuk perlahan-lahan mendapatkan kembali keseimbangan dan kontrol otot-otot mereka.

sumber: kutubuku.web.id

Jumat, 28 Juni 2013

Macam-macam cacing yang menggagu burung

Macam-macam cacing yang menggagu burung - Berbagai jenis cacing beserta akibat yang ditimbulkannya sering kali ditemukan di dalam tubuh burung. Di antaranya yang banyak dijumpai adalah cacing tenggorokan (Syngamus trachea), cacing rambut (Capillaria sp.), cacing gelang (Ascaridia sp.), dan cacing pita (Cestoda).

1) Cacing tenggorokan
Gejala: Burung tampak batuk-batuk, bersin, dan menggoyang-goyangkan kepala sambil menghilangkan lendir yang keluar dari lubang hidungnya.

Penyebab: Penyakit ini disebabkan parasit cacing tenggorokan. Cacing ini hidup di daerah tenggorokan yang dapat menyumbat saluran pernapasan sehingga dapat menyebabkan kematian.

2) Cacing rambut
Gejala: Tidak ada gejala yang khas. Gejala yang tampak hanyalah burung menderita diare. Namun, jika seekor burung terkena maka akan menjalar dengan cepat kepada seluruh penghuni sangkar tersebut sampai akhir-nya dapat mematikan seluruh isi sangkar tersebut.

Penyebab: Penyakit ini disebabkan oleh serangan cacing rambut. Infeksi cacing dapat melalui pakan, minuman, dan tanah yang tercemar oleh telur cacing. Di dalam tubuh inang, cacing hidup pada selaput mukosa usus yang menyerap sari makan melalui darah burung yang dihisapnya.

3) Cacing gelang
Gejala: Serangan cacing ini tidak menimbulkan gejala yang khas. Akibat serangan cacing ini dapat menimbulkan penyakit kurang darah (anemia) dan keracunannya pada burung inang oleh ekskresi buangan dari parasit. Demikian juga kebiasaan cacing ini menggerombol pada satu tempat dapat menyebabkan tersumbatnya usus sehingga berakibat burung inang mati.

Penyebab: Cacing gelang menjadi penyebab sakitnya burung-burung dari suku paruh bengkok, merpati, dan unggas.

Tanah yang terinfeksi cacing dapat dikeduk bagian atasnya kemudian diberikan kapur pertanian serta disemprot dengan larutan desinfektan, seperti FreshAves.

4) Cacing pita
Gejala: Cestodiosis dapat disebabkan oleh berbagai jenis cacing pita, se-perti Davainea proglottina, Raillietina sp., Amoebotaenia sphenoides, dan Choanotaenia infundibulum. Gejala umum yang tampak pada burung yang terserang cestodiosis adalah lesu, pucat, kurus, anoreksia (tidak mau makan), sedikit diare. Cestodiosis davainea dapat menye-babkan burung tampak selalu membuka paruhnya seperti kehausan, sedangkan cestodiosis raillietina dapat menyebabkan bulu burung men-jadi kasar.

Penyebab penyakit ini adalah cacing pita. Cacing pita yang terpendek adalah Davainea proglottina (0,5 mm—3 mm) dan yang terpanjang adalah Raillietina tetragona dan R. echinobothrida (25 cm).
Selain pengobatan terhadap cacing, upaya pencegahan juga perlu dilakukan. Hewan perantaranya yaitu lalat dan siput darat perlu dibasmi. Hewan ini dapat menularkan telur-telur cacing yang dimakan pada inangnya, yaitu unggas dan burung.

sumber: omkicau.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...